Langsung ke konten utama

Hujanlah Turun Pulo

Judul Lagu : Hujanlah Turun Pulo
Ciptaan : Chilung Ramali

Hujan hujan lah turun pulo
Dingin taraso ka dalam dado
Banta jo guliang bakapik juo
Sudah lah dingin badan sabatang
Rindu hati den surang
Uda den nanti tak kunjuang datang
Denai di mabuak surang

Tabayang kisah kito nan lamo
Garah jo cakak kito baduo
Di hujan labek mamadu cinto
Maso batuka musim baganti
Kisah bak cando mimpi
Rindu manyeso di dalam hati
Bapisah kito kini

Kilek langik patuih babunyi
Tasintak di dalam mimpi
Oi malang sadang di sayang den ditinggakan
Lapeh tali nan lah tajalin
Kawan madok ka urang lain

Bintang hilang hujan nan datang
Hitam batambah hitam
Oi malang sudah lah kalam di timpo hujan
Dingin yo dingin laruik ka tulang
Nan bedo di mabuak surang

Mato lalok tak namuah
Angan malayang jauah
Mato lalok tak namuah
Angan malayang jauah

Hujan hujan cameh nyo hati
Lai den tau dima nyo kini
Kawan nan jauah lupo jo janji
Bapisah malah ka sudahan nyo
Linang tangih di pipi
Luko manyeso di dalam hati
Hujan bilo baranti

Kilek langik patuih babunyi
Tasintak di dalam mimpi
Oi malang sadang di sayang den ditinggakan
Lapeh tali nan lah tajalin
Kawan madok ka urang lain

Bintang hilang hujan nan datang
Hitam batambah hitam
Oi malang sudah lah kalam di timpo hujan
Dingin yo dingin laruik ka tulang
Nan bedo di mabuak surang

Mato lalok tak namuah
Angan malayang jauah
Mato lalok tak namuah
Angan malayang jauah

Mato lalok tak namuah
Angan malayang jauah
Mato lalok tak namuah
Angan malayang jauah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Download Lagu-lagu Wajib Nasional MP3 dan Lirik

Dulu Bung Karno pernah mengatakan bahwa “ Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya ”. Pahlawan adalah semua orang yang berjasa bagi negara dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Ada beberapa macam pahlawan bangsa, antara lain pahlawan nasional, pahlawan kemerdekaan nasional, pahlawan proklamator, dan pahlawan revolusi. Sebagai bangsa yang besar kita harus mengenang jasa pahlawan bangsa. Salah satu caranya adalah dengan mengheningkan cipta. Ketika mengheningkan cipta biasanya diiringi lagu “ Mengheningkan Cipta ”. Lagu mengheningkan cipta membantu kita memahami jasa para pahlawan sekaligus memupuk rasa cinta tanah air. Dalam rangka memupuk rasa cinta tanah air, saya merekomendasikan lagu-lagu bernuangsa perjuangan dan lagu-lagu wajib nasional untuk anda. Anda dapat mendownload semua lagu-lagu wajib nasional di bawah ini melalui link download tersedia. Lagu ini dalam format MP3 dan pada setiap lagu dilengkapi dengan lirik lagu tersebut. MP3 + Lirik L...

Lembaga-lembaga Negara Menurut UUD 1945 Hasil Amandemen

Susunan lembaga-lembaga negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia telah dilakukan penyempurnaan sesuai dengan aspirasi rakyat, sehingga mengalami beberapa perubahan. Perubahan yang sangat jelas terlihat pada kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Sebelum UUD 1945 diamandemen, kedudukan MPR berada lebih tingggi dari lembaga-lembaga tinggi lainnnya. Namun, setelah UUD 1945 mengalami amandemen kedudukan MPR disejajarkan dengan lembaga-lembaga tinggi lainnnya, seperti DPR, MA, DPA, BPK, dan Presiden. Disamping itu juga dibentuk lembaga-lembaga tinggi negara lain. Lihat bagan di bawah ini! Lembaga-Lembaga Negara sesuai dengan UUD 1945 Sebelum Amandemen Lembaga-Lembaga Negara sesuai dengan UUD 1945 Setelah Amandemen Lembaga negara yang memegang kekuasaan menurut UUD 1945 hasil amandemen adalah MPR, DPR, presiden, MA, MK, dan BPK. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Anggota MPR terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum. Keanggota...

Kisah Nabi Hud AS

"Aad" adalah nama bapa suatu suku yang hidup di jazirah Arab di suatu tempat bernama "Al-Ahqaf" terletak di utara Hadramaut atr Yaman dan Umman dan termasuk suku yang tertua sesudah kaum Nabi Nuh serta terkenal dengan kekuatan jasmani dalam bentuk tubuh-tubuh yang besar dan sasa. Mereka dikaruniai oleh Allah tanah yang subur dengan sumber-sumber airnya yang mengalir dari segala penjuru sehingga memudahkan mereka bercucuk tanam untuk bahan makanan mereka. dan memperindah tempat tinggal mereka dengan kebun-kebun bunga yang indah-indah. Berkat karunia Tuhan itu mereka hidup menjadi makmur sejahtera dan bahagia serta dalam waktu yang singkat mereka berkembang biak dan menjadi suku yang terbesar di antara suku-suku yang hidup di sekelilingnya. Sebagaimana dengan kaum Nabi Nuh kaum Hud ialah suku Aad ini adalah penghidupan rohaninya tidak mengenal Allah Yang Maha Kuasa Pencipta alam semesta. Mereka membuat patung-patung yang diberi nama "Shamud" dan "A...