Langsung ke konten utama

Cinto Jan Dibali

Judul Lagu : Cinto Jan Dibali
Ciptaan : Chilung Ramali

Cincin bamato di jari manih
Cincin siapo nan uda pakai
Tolong lah jawek tanyo den kini
Tarang lah denai manahan tangih
Dagang lah tandeh pokok lah abih
Rang lain juo nan ba razaki

Kini den tau cinto manduo
Nan uda tanam di dalam dado
Denai di sayang urang di cinto
Dek uda kayo lapeh kandaknyo

Pitih dapek di cari
Budi jan lah di bali
Cinto lai ka datang juo
Ondeh yo mak...
Pitih dapek di cari
Budi jangan di bali
Cinto lai ka datang juo...

Bia lah rambuik samo hitamnyo
Usah samokan den jo dirinyo
Denai tak silau nan dek harato
Bukan lantaran dek roman rancak
Oi bukan silau ameh jo perak
Urang di jajah bak kato awak

Sungguah pun bumi lah jadi duo
Ombak mahampeh jadi bancano
Balun sa sakik hati lah luko
Luko nan tiado pa ubeknyo

Kayo jan di panggakkan
Cinto bukan dagangan
Tinggakanlah denai surang
Ondeh... yo mak...
Kayo jan di panggakkan
Cinto bukan dagangan
Tinggakanlah denai surang...

Bia lah rambuik samo hitamnyo
Usah samokan den jo dirinyo
Denai tak silau nan dek harato
Bukan lantaran dek roman rancak
Oi bukan silau ameh jo perak
Urang di jajah bak kato awak

Sungguah pun bumi lah jadi duo
Ombak mahampeh jadi bancano
Balun sa sakik hati lah luko
Luko nan tiado pa ubeknyo

Kayo jan di panggakkan
Cinto bukan dagangan
Tinggakanlah denai surang
Ondeh... yo mak...
Kayo jan di panggakkan
Cinto bukan dagangan
Tinggakanlah denai surang...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Download Lagu-lagu Wajib Nasional MP3 dan Lirik

Dulu Bung Karno pernah mengatakan bahwa “ Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya ”. Pahlawan adalah semua orang yang berjasa bagi negara dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Ada beberapa macam pahlawan bangsa, antara lain pahlawan nasional, pahlawan kemerdekaan nasional, pahlawan proklamator, dan pahlawan revolusi. Sebagai bangsa yang besar kita harus mengenang jasa pahlawan bangsa. Salah satu caranya adalah dengan mengheningkan cipta. Ketika mengheningkan cipta biasanya diiringi lagu “ Mengheningkan Cipta ”. Lagu mengheningkan cipta membantu kita memahami jasa para pahlawan sekaligus memupuk rasa cinta tanah air. Dalam rangka memupuk rasa cinta tanah air, saya merekomendasikan lagu-lagu bernuangsa perjuangan dan lagu-lagu wajib nasional untuk anda. Anda dapat mendownload semua lagu-lagu wajib nasional di bawah ini melalui link download tersedia. Lagu ini dalam format MP3 dan pada setiap lagu dilengkapi dengan lirik lagu tersebut. MP3 + Lirik L...

Lembaga-lembaga Negara Menurut UUD 1945 Hasil Amandemen

Susunan lembaga-lembaga negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia telah dilakukan penyempurnaan sesuai dengan aspirasi rakyat, sehingga mengalami beberapa perubahan. Perubahan yang sangat jelas terlihat pada kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Sebelum UUD 1945 diamandemen, kedudukan MPR berada lebih tingggi dari lembaga-lembaga tinggi lainnnya. Namun, setelah UUD 1945 mengalami amandemen kedudukan MPR disejajarkan dengan lembaga-lembaga tinggi lainnnya, seperti DPR, MA, DPA, BPK, dan Presiden. Disamping itu juga dibentuk lembaga-lembaga tinggi negara lain. Lihat bagan di bawah ini! Lembaga-Lembaga Negara sesuai dengan UUD 1945 Sebelum Amandemen Lembaga-Lembaga Negara sesuai dengan UUD 1945 Setelah Amandemen Lembaga negara yang memegang kekuasaan menurut UUD 1945 hasil amandemen adalah MPR, DPR, presiden, MA, MK, dan BPK. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Anggota MPR terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum. Keanggota...

Kisah Nabi Hud AS

"Aad" adalah nama bapa suatu suku yang hidup di jazirah Arab di suatu tempat bernama "Al-Ahqaf" terletak di utara Hadramaut atr Yaman dan Umman dan termasuk suku yang tertua sesudah kaum Nabi Nuh serta terkenal dengan kekuatan jasmani dalam bentuk tubuh-tubuh yang besar dan sasa. Mereka dikaruniai oleh Allah tanah yang subur dengan sumber-sumber airnya yang mengalir dari segala penjuru sehingga memudahkan mereka bercucuk tanam untuk bahan makanan mereka. dan memperindah tempat tinggal mereka dengan kebun-kebun bunga yang indah-indah. Berkat karunia Tuhan itu mereka hidup menjadi makmur sejahtera dan bahagia serta dalam waktu yang singkat mereka berkembang biak dan menjadi suku yang terbesar di antara suku-suku yang hidup di sekelilingnya. Sebagaimana dengan kaum Nabi Nuh kaum Hud ialah suku Aad ini adalah penghidupan rohaninya tidak mengenal Allah Yang Maha Kuasa Pencipta alam semesta. Mereka membuat patung-patung yang diberi nama "Shamud" dan "A...